Jl. Jimerto 25-27 Surabaya - Gedung Pemerintah Kota Surabaya Lt.5

goadmin/img-berita/290_univ respati.jpg

Pelajari e-Government, Universitas Respati Yogyakarta Kunjungi Kota Surabaya

Bidang Teknologi dan Informatika
» Network Monitoring
Bidang eGov
» eSurat » Gessy

photo

Dinkominfo- Siang ini, rombongan dari Universitas Respati Yogyakarta berkunjung ke Dinas Komunikasi dan Informatika guna mempelajari penerapan elektronik governmen di Kota Surabaya. Bertempat di Graha Sawunggaling Gedung Pemerintahan Kota Surabaya, rombongan terima secara langsung oleh Cahyo Utomo, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Senin (18/11).

Hamzah, Dekan Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Respati Yogyakarta selaku ketua rombongan menyampaikan tujuannya kali ini ke Kota Surabaya guna mendapat bimbingan mengenai implementasi e-Gov di Kota Surabaya serta apa saja yang dibutuhkan untuk proses pengembangannya. Ia berharap setelah mendapat ilmu tersebut, para peserta nantinya dapat mengembangkan ilmunya untuk diterapkan di daerahnya masing-masing.

Sementara itu, Cahyo Utomo menjelaskan Pemerintah Kota Surabaya telah merancang pengelolaan pemerintahan dan mulai menggunakan e-Government sejak tahun 2003. Dimulai dengan e-Procurement untuk pengadaan barang lalu dikembangkan ke penyusunan anggaran, administrasi birokrasi, pengelolaan sumber daya manusia serta keuangan sehingga menjadi satu kesatuan yang disebut e-Government.

"Sistem ini tidak langsung jadi seperti ini pak, kita bikinnya juga perlahan. Dari e-procurement, ke e-planning, dilanjut ke e-budgeting yang dikembangkan secara bertahap sampai bisa terintegrasi seperti sekarang ini" ujar Cahyo.

Cahyo juga menjelaskan, penerapan e-Government di Kota Surabaya dibagi menjadi 2, yaitu secara internal meliputi proses pengelolaan pembangunan daerah dan secara external yaitu layanan masyarakat.

"Untuk pelayanan, kita punya surabaya single window (SSW) yaitu pelayanan perijinan yang bisa diakses secara online, kita juga punya cuma e-Kios yang bisa diakses untuk pelayanan kesehatan, pendidikan, sampai kependudukan" tegas Cahyo.


Kembali ke Indeks Berita